Kantor Dinas Kelautan Dan Perikan Kabupaten Gunungkidul
Jl. Veteran no.3 Wonosari
Kegiatan Mina Padi
Kecamatan Ponjong
Lele SINTAL
Perikanan Budidaya DKP
TPI Siung
Purwodadi, Tepus, Gunungkidul
Pantai Drini
Desa Banjarejo Kecamatan Tanjungsari Gunungkidul
Balai Benih Ikan Mina Kencana
Kecamatan Ponjong Kabupaten Gunungkidul
Tuna Madidihang
Komoditas utama TPI Sadeng Kecamatan Girisubo Kabupaten Gunungkidul
Budidaya Ikan
Budidaya Lahan Kering dengan menggunakan media terpal
Pantai Wediombo
Desa Balong Kecamatan Girisubo Kabupaten Gunungkidul

 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

 

Salam sejahtera untuk kita semua

 

      Puji syukur ke hadirat Allah SWT,  atas rahmat dan hidayahNya akhirnya kita mempunyai sarana publikasi on line (website) Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gunungkidul. Website ini merupakan media informasi yang berhubungan dengan sektor kelautan dan perikanan di  Kabupaten Gunungkidul. Sebagai salah satu sektor strategis di Kabupaten Gunungkidul, Kelautan dan perikanan terdiri atas sumber daya perikanan yang berasal dari laut (perikanan laut) dan sumber daya perikanan darat (perikanan darat) dengan segala aktivitas pendukungnya. Selain usaha ekstraktif, usaha sektor kelautan dan perikanan juga berupa usaha produksi dan pengolahan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat

 

Terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan website DKP ini. Kami berharap partisipasi aktif dari semua pihak dalam rangka pemutaakhiran data dan informasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kelautan dan perikanan dalam website ini sehingga lebih bermanfaat dan dapat dijadikan referensi secara kontinyu oleh pihak-pihak yang membutuhkan

 

 

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat ini tengah ramai diperbincangkan publik. Mulai dari karirnya hingga ditunjuk sebagai menteri, gayanya yang nyentrik, bisnisnya yang moncer, hingga latar belakang pendidikannya yang hanya mengantongi ijazah SMP. Ada pihak yang memandang Susi sebelah mata karena gaya nyentrik dan latar belakang pendidikannya yang tidak lulus SMA. Ada pula yang meragukan kemampuannya di sektor kelautan dan perikanan.

 

Namun Ibu Susi sukses menjawab keraguan publik tersebut pada pertemuan antara Menteri Kelautan dan Perikanan dengan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Menara Kadin, Jakarta Selatan, Kamis 30 Oktober 2014. Di hadapan pengusaha dia banyak bercerita soal kondisi kelautan dan perikanan nasional. Paparan Susi pun membuat pengusaha kagum.

 

Setelah mendengar paparan Susi, Suryo Bambang Sulisto (Ketua Umum KADIN) dan pengusaha lain yang tergabung di Kadin yakin sektor Kelautan dan Perikanan bakal terbenahi dengan baik. Lebih lanjut Suryo menambahkan "Kami yakin kalau Kelautan dan Perikanan dipimpin oleh orang yang paham pasti akan lebih baik," Sikap positif yang dipancarkan Susi, membuat kalangan pengusaha khususnya yang membidangi sektor Kelautan dan Perikanan seperti mendapat angin segar. "Sikap yang positif dan itu sangat melegakan bagi dunia usaha, Dengan kita memiliki Menteri yang paham dengan masalah dan bisnis penerimaan kita punya peluang baik untuk menghasilkan kebijakan di Kelautan dan Perikanan ini" tuturnya.

 

sumber

 

 

There is no gallery selected or the gallery was deleted.

Kementerian Kemaritiman Harus Fokus Garap Nelayan

 

Bisnis.com, BANDUNG—Serikat Nelayan Indonesia meminta pemerintahan mendatang mengoptimalkan potensi kelautan yang masih belum tergarap optimal guna mendukung nelayan dalam menghadapi pasar bebas Asean tahun depan. Sekjen SNI Budi Laksana menyatakan salah satu inovasi yang dilakukan pemerintahan mendatang yakni membentuk kementerian kemaritimin sebagai langkah yang strategis ke depannya mengingat lautan indonesia lebih besar dari daratan.

 

Ponjong Kawasan Minapolitan

Dalam rangka upaya mengoptimalkan dan mengembangkan kawasan Minapolitan Perikanaan Budidaya Kabupaten Gunungkidul, Minapolitan berbasis perikanan budidaya di Kabupaten Gunungkidul telah ditetapkan oleh KKP,  jenis komoditasnya adalah lele dumbo. Hal ini sudah sesuai dengan konsep KSPP (Kawasan Sentra Pengembangan Produksi Perikanan) dimana Kec. Playen difokuskan untuk pengembangan lele. Fokus komoditas lele ini yang menjadikan Kabupaten Gunungkidul mendapatkan alokasi dana Tugas Pembantuan DJPB sebagai kawasan percontohan minapolitan berbasis budidaya (dari 46 kabupaten pada tahun 2012 dan 94 kabupaten pada tahun 2013).  Sedangkan Kecamatan Ponjong, komoditas utama sesuai dengan konsep KSPP adalah ikan nila. Dan Ponjong sebagai kawasan pengembangan minapolitan tahap 2.

 

Penebaran Benih Ikan Nila Oleh Kapala Dinas Untuk Kegiatan Mina Padi di Ponjong
 

 

Sosialisasi bersama TNI AL kepada SAKA BAHARI

Satuan Karya Pramuka Bahari atau disingkat sebagai Saka Bahari adalah salah satu satuan karya pramuka yang diselenggarakan secara nasional di Indonesia. Bahari secara bahasa dapat diartikan sebagai laut atau mengenai laut. Dalam kaitannya dengan kegiatan satuan karya pramuka, bahari mengandung arti segala kegiatan yang ada sangkut pautnya dengan sistem lingkungan hidup (ekosistem) kelautan dan perairan. Saka Bahari mempunyai arti sebagai wadah pembinaan bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis di bidang kebaharian yang berguna bagi diri pribadi, keluarga, dan lingkungan serta dapat menjadi bekal dalam mengembangkan lapangan kerja.

 

Saka Bahari menjadi salah satu Satuan Karya Pramuka yang bersifat Nasional di samping Saka bhayangkara, Saka Bakti Husada, Saka Dirgantara, Saka Kencana, Saka Tarunabumi, Saka Wanabakti, dan Saka Wira Kartika. Pembentukan dan pembinaan Saka Bahari dilaksanakan melalui kerja sama antara Gerakan Pramuka dengan TNI Angkatan Laut.

 

Dalam kegiatan sosialisai bersama dengan TNI AL, Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul mengangkat tema "Menumbuhkan Budaya Bahari di Kabupaten Gunungkidul"  agar para Saka Bahari dapat menjadi kepanjangan tangan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gunungkidul untuk dapat menyalurkan dan memberikan wawasan tentang Bahari kepada masyarakat khususnya Gunungkidul. Tidak hanya itu, Bapak Agus Priyanto pembicara sekaligus Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gunungkidul mengatakan supaya para Saka Bahari di SMPN 1 Tepus nantinya bisa ikut serta dalam kegiatan umum yang bersifat positif seperti yang sudah di lakukan para saka bhayangkara.

 

 


Saka Bahari SMPN 1 Tepus

 

POSIKANDU, merupakan Pusat Kesehatan Ikan satu-satunya di Gunungkidul

POSIKANDU merupakan unit pelayanan kesehatan ikan dan lingkungan yang berstatus sebagai Unit Pelaksana Teknis Daerah, berada di bawah pembinaan dan pengelolaan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten/Kota atau yang membidangi perikanan budidaya. Apabila di daerah tersebut sudah memiliki Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang membidangi kesehatan ikan dan lingkungan, maka POSIKANDU merupakan stasiun dari UPTD tersebut.

Dalam pelaksanaannya Posikandu melalui Dinas Kabupaten/Kota atau  secara langsung meminta bantuan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya atau UPTD Provinsi/Kabupaten/Kota melakukan pendampingan terhadap permasalahan yang timbul dilapangan.

Selanjutnya apabila diperlukan, UPTD provinsi/Kabupaten/Kota bisa meminta bantuan atau melakukan koordinasi pembinaan/pendanpingan  pada UPT Pusat (DJPB).

Posikandu bisa melakukan koordinasi dengan Penyuluh atau Petugas Pendamping Tenaga Kerja (PPTK secara  bersama membantu melakukan monitoring dan pembinaan ke lapangan/sentra budidaya.

Posikandu sebagai tempat konsultasi pelayanan kesehatan ikan dan lingkungan melalui Dinas Kabupaten/Kota melakukan koordinasi dengan Penyedia Obat Ikan untuk menyediakan jenis obat yang diperlukan dan bimbingan cara penggunaannya.

Pada kondisi khusus seperti terjadinya wabah penyakit atau terjadinya pencemaran yang memerlukan penanganan secara cepat, maka petugas posikandu segera melaporkan ke Direktorat Kesehatan Ikan dan Linkungan atau ke Laboratorium yang berkompeten secara formal dan informal untuk mendapat arahan tindakan yang perlu dilakukan.

Foto POS Kesehatan Ikan