POSIKANDU merupakan unit pelayanan kesehatan ikan dan lingkungan yang berstatus sebagai Unit Pelaksana Teknis Daerah, berada di bawah pembinaan dan pengelolaan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten/Kota atau yang membidangi perikanan budidaya. Apabila di daerah tersebut sudah memiliki Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang membidangi kesehatan ikan dan lingkungan, maka POSIKANDU merupakan stasiun dari UPTD tersebut.

Dalam pelaksanaannya Posikandu melalui Dinas Kabupaten/Kota atau  secara langsung meminta bantuan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya atau UPTD Provinsi/Kabupaten/Kota melakukan pendampingan terhadap permasalahan yang timbul dilapangan.

Selanjutnya apabila diperlukan, UPTD provinsi/Kabupaten/Kota bisa meminta bantuan atau melakukan koordinasi pembinaan/pendanpingan  pada UPT Pusat (DJPB).

Posikandu bisa melakukan koordinasi dengan Penyuluh atau Petugas Pendamping Tenaga Kerja (PPTK secara  bersama membantu melakukan monitoring dan pembinaan ke lapangan/sentra budidaya.

Posikandu sebagai tempat konsultasi pelayanan kesehatan ikan dan lingkungan melalui Dinas Kabupaten/Kota melakukan koordinasi dengan Penyedia Obat Ikan untuk menyediakan jenis obat yang diperlukan dan bimbingan cara penggunaannya.

Pada kondisi khusus seperti terjadinya wabah penyakit atau terjadinya pencemaran yang memerlukan penanganan secara cepat, maka petugas posikandu segera melaporkan ke Direktorat Kesehatan Ikan dan Linkungan atau ke Laboratorium yang berkompeten secara formal dan informal untuk mendapat arahan tindakan yang perlu dilakukan.

Foto POS Kesehatan Ikan

Satuan Karya Pramuka Bahari atau disingkat sebagai Saka Bahari adalah salah satu satuan karya pramuka yang diselenggarakan secara nasional di Indonesia. Bahari secara bahasa dapat diartikan sebagai laut atau mengenai laut. Dalam kaitannya dengan kegiatan satuan karya pramuka, bahari mengandung arti segala kegiatan yang ada sangkut pautnya dengan sistem lingkungan hidup (ekosistem) kelautan dan perairan. Saka Bahari mempunyai arti sebagai wadah pembinaan bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis di bidang kebaharian yang berguna bagi diri pribadi, keluarga, dan lingkungan serta dapat menjadi bekal dalam mengembangkan lapangan kerja.

 

Saka Bahari menjadi salah satu Satuan Karya Pramuka yang bersifat Nasional di samping Saka bhayangkara, Saka Bakti Husada, Saka Dirgantara, Saka Kencana, Saka Tarunabumi, Saka Wanabakti, dan Saka Wira Kartika. Pembentukan dan pembinaan Saka Bahari dilaksanakan melalui kerja sama antara Gerakan Pramuka dengan TNI Angkatan Laut.

 

Dalam kegiatan sosialisai bersama dengan TNI AL, Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul mengangkat tema "Menumbuhkan Budaya Bahari di Kabupaten Gunungkidul"  agar para Saka Bahari dapat menjadi kepanjangan tangan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gunungkidul untuk dapat menyalurkan dan memberikan wawasan tentang Bahari kepada masyarakat khususnya Gunungkidul. Tidak hanya itu, Bapak Agus Priyanto pembicara sekaligus Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gunungkidul mengatakan supaya para Saka Bahari di SMPN 1 Tepus nantinya bisa ikut serta dalam kegiatan umum yang bersifat positif seperti yang sudah di lakukan para saka bhayangkara.

 

 


Saka Bahari SMPN 1 Tepus

 

Dalam rangka upaya mengoptimalkan dan mengembangkan kawasan Minapolitan Perikanaan Budidaya Kabupaten Gunungkidul, Minapolitan berbasis perikanan budidaya di Kabupaten Gunungkidul telah ditetapkan oleh KKP,  jenis komoditasnya adalah lele dumbo. Hal ini sudah sesuai dengan konsep KSPP (Kawasan Sentra Pengembangan Produksi Perikanan) dimana Kec. Playen difokuskan untuk pengembangan lele. Fokus komoditas lele ini yang menjadikan Kabupaten Gunungkidul mendapatkan alokasi dana Tugas Pembantuan DJPB sebagai kawasan percontohan minapolitan berbasis budidaya (dari 46 kabupaten pada tahun 2012 dan 94 kabupaten pada tahun 2013).  Sedangkan Kecamatan Ponjong, komoditas utama sesuai dengan konsep KSPP adalah ikan nila. Dan Ponjong sebagai kawasan pengembangan minapolitan tahap 2.

 

Penebaran Benih Ikan Nila Oleh Kapala Dinas Untuk Kegiatan Mina Padi di Ponjong
 

 

 

Bisnis.com, BANDUNG—Serikat Nelayan Indonesia meminta pemerintahan mendatang mengoptimalkan potensi kelautan yang masih belum tergarap optimal guna mendukung nelayan dalam menghadapi pasar bebas Asean tahun depan. Sekjen SNI Budi Laksana menyatakan salah satu inovasi yang dilakukan pemerintahan mendatang yakni membentuk kementerian kemaritimin sebagai langkah yang strategis ke depannya mengingat lautan indonesia lebih besar dari daratan.

 

Berita, Informasi & Artikel