Pemuda Mandiri yang Sukses dalam Menjalankan Usaha Perikanan

Jumat, 29 November 2019

Administrator

Artikel

Dibaca: 92 kali

Petugas DKP Gunungkidul pada tanggal 12 November 2019 bertemu dengan  seorang anak muda bernama Eko Marwanto yang beralamat di Banteng Wareng II, Desa Tancep, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul. Pemuda ini yang sangat giat melakukan usaha perikanan terutama perikanan budidaya khususnya pembesaran ikan lele. Bergelut di dunia perikanan berawal dari hobi, senang beternak mulai SMA dengan membuat kolam terpal persegi dan sebagian permanen. Hobinya itu dilanjutkan selepas lulus SMA, dengan mengikuti pelatihan budidaya ikan lele khususnya pembesaran di Kalikotes Kabupaten Klaten selama 1 hari.

Kepada Slamet Widada, S.P selaku Pengawas Perikanan DKP Gunungkidul Kecamatan NGawen, pemuda ini bercerita mulai fokus budidaya ikan lele tahun 2008. Berbekal ilmu yang didapatkan dari pelatihan dan juga browsing dari internet, allhasil periode pertamanya berhasil atau sukses. Keuntungan dari usahanya digunakan untuk memperluas usahanya. Eko mulai mengenal kolam bundar orchid tahun 2017. Kolam tersebut diperoleh dengan cara pesan kemudian dikirim langsung dari Sragen dan Sukoharjo. Kolam dengan diameter 3 m dibanderol harga Rp 1.500.000,- sampai lokasi per unit. Pembelian kolam orchid dilakukan bertahap mula-mula 4 unit selanjutnya 3 unit sampai akhirnya ada 13 unit kolam terpal orchid, semua dibeli dengan biaya sendiri atau swadaya tanpa ada bantuan dari pemerintah. Bahkan temannya Marwoto juga dipinjami kolam bundar terpal orchid sebanyak 4 unit. Menurut Eko Marwanto, 4 kolam itu juga dibeli hasil dari memelihara ikan lele.

Pada awal usahanya, Ekomenemui kesulitan di ketersedian air. Semenjak membuat sumur bor dengan kedalaman 30 meter, kesulitan tersebut dapat teratasi. Desain dan tata letak kolam lumayan baik sudah ada kolam treatment limbah. Bahkan  sebagian air limbah dimanfaatkan untuk menyirami tanamansayuran dan sebagian lagi dikembalikan ke kolam. Ini dilakukan pada saat air masih sulit.Semenjak tidak mengalami kesulitanair, limbah kolam yang sudah di-treatment seluruhnya digunakan untuk menyirami tanaman sayuran sebagai pupuk alami.

Semua aktivitas pemuda ulet ini dilakukan mandiri dengan biaya swadana tanpa intervensi pemerintah. Ternyata usaha ini bisa berjalan berhasil atau sukses. Ini bisa menjadi tauladan khususnya bagi generasi muda. Sebuah contoh sukses bahwa usaha yang dilakukan dengan tekun dan disiplin mandiri tanpa sentuhan dari pemerintahpun bisa berjalan dan berhasil juga.

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas