Penanganan Penyakit Bintik Putih atau White Spot (WS)

Kamis, 15 Juli 2021

Administrator

Artikel

Dibaca: 13 kali

Tindakan pencegahan dilakukan dengan cara memberok ikan pada air mengalir atau kepadatan ikan dikurangi. Untuk pengobatannya dilakukan dengan cara ikan yang sakit direndam dalam larutan garam dapur 4 g/l selama 5-10 menit. Setelah direndam, ikan dimasukkan kembali ke air bersih. Perendaman ikan dalam larutan metil biru sebanyak 0,7-1,0 mg/l selama 24 jam pun dapat membantu menghilangkan penyakit ini bila keadaannya belum parah.

Oleh karena siklus hidup parasit ini selama enam hari maka pengobatannya disarankan dilakukan selama tujuh hari berturut-turut. Ini dilakukan agar bibit penyakit benar-benar habis. Selain dengan obat dan garam dapur, pengaturan suhu menjadi 31-32°C selama 10 hari dapat mematikan parasit.

Beberapa pencegahan penyakit white spot yang bisa dilakukan di antaranya adalah menjaga suhu air media budidaya (kolam, bak atau akuarium) agar tetap hangat pada kisaran angka 29°C. Hal ini perlu diperhatikan, karena ketika suhu turun sampai 25°C, penyakit white spot bisa menyarang secara tiba-tiba.

Untuk menaikan suhu air media budidaya bisa dilakukan dengan berbagai cara. Bila usaha pembenihan dilakukan di dalam ruangan bisa menggunakan heater (pemanas) yang dipasang di dalam bak. Bisa juga dikombinasikan dengan memasang pemanas di ruangan. Bahkan ada juga pembudidaya yang mencoba menaikkan suhu air dengan menyalakan beberapa kompor di dalam ruang pembenihan (hatchery).  Bila kolam atau bak berada di luar ruangan, bisa juga dicoba dengan menurunkan ketinggian air selama siang hari.

Cara lainnya mencegah serangan penyakit white spot adalah dengan cara menebarkan garam dapur atau garam krosok (garam yang berukuran kasar) ke dalam air kolam atau bak. Dosis garamnya cukup 300 gram/m3 air. Penebaran garam dapur ini diulang setiap pekan.

Selain menaikkan suhu air dan penebaran garam, kualitas air perlu juga mendapat perhatian secara khusus, utamanya kandungan oksigen agar tetap optimal untuk ikan. Untuk menjaga agar oksigen tetap optimal bisa dilakukan pemasangan aerator, blower atau meningkatkan frekuensi pergantian air dengan cara memperbesar aliran air yang masuk.

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas